Universitas Kristen Tentena (UNKRIT) melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada Mahasiswa baru mengenai lingkungan Perguruan Tinggi, sistem akademik, administrasi dan keuangan, kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi landasan kehidupan di lingkungan UNKRIT.
 
Pada hari kedua PKKMB, Mahasiswa baru menerima materi dari lima pemateri yang berasal dari unsur Pimpinan Universitas dan Fakultas. Materi yang disampaikan dirancang untuk membantu Mahasiswa baru memahami UNKRIT secara lebih menyeluruh sekaligus mempersiapkan diri menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
 
Materi pertama disampaikan oleh Pdt. Dr. I Ketut Yakobus, S.Th., M.Si., selaku Rektor UNKRIT. Dalam pemaparannya, Rektor memperkenalkan visi dan misi UNKRIT sekaligus memperkuat pemahaman Mahasiswa baru mengenai identitas dan branding kampus.
Disampaikan bahwa visi UNKRIT adalah :
“Menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, berdaya saing dan berkarakter Kristiani yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian pada tahun 2030.”
Untuk mencapai visi tersebut, UNKRIT memiliki sejumlah misi, yaitu :
1.      Mengembangkan sistem pendidikan yang berkualitas, inovatif dan adaptif.
2.      Meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan untuk mendukung sistem pendidikan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan Mahasiswa.
3.      Menciptakan lingkungan akademik yang unggul dan berkelanjutan.
4.      Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif berlandaskan nilai-nilai kasih.
Pada akhir pemaparannya, Rektor juga memperkenalkan branding UNKRIT sebagai “Kampus Perdamaian” dengan slogan “Education for Peace”. Branding tersebut menjadi bagian dari identitas UNKRIT dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai perdamaian.
 
Materi kedua disampaikan oleh Yakin Ngguna, S.Sos., M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNKRIT.
Dalam materinya, Mahasiswa baru mendapatkan pemahaman mengenai ideologi Pancasila, rasa nasionalisme sebagai warga negara Indonesia, serta kesadaran dan peran Mahasiswa dalam upaya bela negara.
Materi ini diharapkan dapat membangun kesadaran Mahasiswa bahwa kehidupan Perguruan Tinggi tidak terlepas dari tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Mahasiswa didorong untuk memiliki sikap kritis, bertanggung jawab, menjunjung nilai kebangsaan, serta mampu berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan negara.
 
Materi ketiga disampaikan oleh Yessi Christina Fentar, S.S., M.Pd., selaku Wakil Rektor I UNKRIT yang membawakan materi mengenai bidang akademik.
Dalam pemaparannya, Mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem akademik yang dirancang untuk membantu Mahasiswa memahami mekanisme dan berbagai aturan yang berlaku dalam proses perkuliahan. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting agar Mahasiswa mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan di Perguruan Tinggi.
Beberapa komponen sistem akademik yang diperkenalkan meliputi kurikulum pendidikan tinggi, Sistem Kredit Semester (SKS), Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Dosen Pembimbing Akademik (PA), serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui materi tersebut, Mahasiswa baru diharapkan dapat memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab akademiknya selama menempuh pendidikan di UNKRIT.
 
Selanjutnya, materi keempat disampaikan oleh Dr. Drs. Henry A. Ruagadi, M.Si., selaku Wakil Rektor II UNKRIT dengan materi mengenai bidang administrasi dan keuangan.
Mahasiswa baru mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis biaya kuliah yang berlaku di UNKRIT, antara lain Iuran Pengembangan Institusi, BPP, dan biaya SKS.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor II menekankan pentingnya Mahasiswa memahami struktur biaya pendidikan agar dapat melakukan perencanaan keuangan selama menjalani masa studi.
“Memahami struktur biaya ini penting untuk merencanakan keuangan selama masa studi. Setiap komponen memiliki tenggat waktu berbeda yang harus dipatuhi untuk kelancaran studi,” jelasnya.
Pemahaman mengenai administrasi dan keuangan diharapkan dapat membantu Mahasiswa menjalani proses pendidikan dengan lebih tertib dan bertanggung jawab.
 
Materi kelima disampaikan oleh Dr. Ir. Joice Noviana Pelima, M.Si., selaku Wakil Rektor III UNKRIT yang membawakan materi mengenai bidang kemahasiswaan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bidang kemahasiswaan memiliki peran dalam merancang ekosistem pembelajaran holistik di luar kelas melalui berbagai kegiatan pembinaan, seperti kepemimpinan, penalaran ilmiah, seni dan olahraga.
Mahasiswa juga diajak untuk melihat kehidupan kampus sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
“Kampus adalah miniatur kehidupan. Sistemnya sudah disiapkan, peluangnya terbuka lebar, tapi kunci keberhasilan tetap ada di tangan Anda.”
Lebih lanjut disampaikan bahwa Mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk membentuk kompetensi, karakter dan jejaring. Sebab, dunia kerja tidak hanya menilai seseorang berdasarkan ijazah, tetapi juga kapasitas dan integritas yang dimiliki.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi Mahasiswa baru untuk aktif mengambil berbagai peluang pengembangan diri selama berada di lingkungan UNKRIT.
 
Setelah mengikuti seluruh rangkaian materi, Mahasiswa baru kemudian diarahkan menuju Fakultas masing-masing. Pada sesi tersebut, Mahasiswa diperkenalkan dengan Dekan, Ketua Program Studi, serta para Dosen di lingkungan Fakultas.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademiknya, termasuk para Pimpinan Fakultas, Program Studi, dan Dosen yang akan mendampingi mereka selama menjalani proses pendidikan di UNKRIT.
 
Pelaksanaan PKKMB hari kedua diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada Mahasiswa baru mengenai kehidupan Perguruan Tinggi. Tidak hanya memahami sistem akademik, Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan karakter, nasionalisme, kepemimpinan, kemampuan intelektual, serta semangat perdamaian sebagai bagian dari identitas Mahasiswa Universitas Kristen Tentena.
 
Dengan semangat “Education for Peace”, UNKRIT terus berkomitmen membentuk generasi muda yang unggul, berdaya saing, berkarakter Kristiani, serta mampu membawa nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
 

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *